GenBI Purwokerto

Eksistensi Wisata Bahari Kaitannya Dalam Menumbuhkan Jiwa Bahari Pemuda Indonesia Pada Masa Pandemi

Lintang Miryandini

Indonesia secara geografis merupakan sebuah negara kepulauan dengan total luas sebesar 5.180.083 km2 yang mencakup wilayah daratan dan lautan. Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km2 dengan bentang panjang wilayah sebesar 3.977 mil. Sementara itu, wilayah lautnya lebih luas, yaitu 3.257.483 km2 yang menjadikan Indonesia menempati urutan kedua setelah Kanada sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia.

Sebagai negara bahari, Indonesia memiliki keunggulan tersendiri. Wilayah perairan yang luas membuat negara ini dipenuhi kekayaan sumber daya alam laut yang melimpah. Mulai terumbu karang, ikan, udang,cumi-cumi dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, Indonesia juga memiliki potensi wisata laut yang besar. Pulaupulau kecil dan wilayah perairan di Indonesia mampu menarik wisatawan untuk berkunjung. Hal ini mendatangkan manfaat untuk perekonomian negara. Namun, pada dasarnya dari generasi ke generasi jiwa bahari masyarakat Indonesia semakin menurun, terutama pada generasi muda. Hal tersebut karena adanya paham laut itu sangat membahayakan jiwa, karena ombak dan gelombangnya yang ganas, arus yang deras, airnya sangat dalam dan sangat luas dan tidak terlihat tepinya, angin kencang dan badai menghadang pelayaran. Padahal sesungguhnya kondisi itu hanya terjadi pada waktu tertentu saja dan dapat dihindari.

Dalam menumbuhkan jiwa bahari pemuda Indonesia dapat melalui pengembangan Wisata Bahari. Namun, Indonesia saat ini mengalami masalah yang sangat serius yaitu adanya pandemi Corona Virus Disease 19. Pandemi tersebut telah menggemparkan dunia dalam beberapa bulan terakhir. Sejak kemunculan pertamanya di Wuhan Tiongkok, saat ini COVID-19 sudah menyebar di 216 negara termasuk Indonesia (Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, 2020). Kebijakan yang diterapkan untuk mengurangi persebaran virus COVID-19 seperti work from home, Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), isolasi wilayah, dan sebagainya tentu mempengaruhi perputaran ekonomi di masyarakat. sampai pada sektor pariwisata yang mengalami penurunan drastis.

Sektor pariwisata di Indonesia memberi kontribusi kedua devisa terbesar di Indonesia, salah satunya adalah wisata bahari, yang tidak hanya mengandalkan keindahan potensi sumberdaya laut namun juga budaya tradisional masyarakat pesisir. Namun sejak pandemi COVID-19 melanda, sektor wisata bahari mengalami dampak yang signifikan. Antara lain penurunan jumlah pengunjung destinasi wisata, kehilangan pekerjaan oleh pelaku usaha wisata bahari, yang berimplikasi pada usaha turunan di bawahnya yang melibatkan masyarakat pesisir. Lalu bagaimana cara mengatasi masalah dari wisata bahari akibat pandemi tersebut? Dan bagaimana keberadaan wisata bahari dalam menumbuhkan jiwa bahari bagi pemuda dimasa pandemi?

Dalam mengatasi pandemi saat ini, beberapa negara di dunia termasuk Indonesia menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar di beberapa daerah yang padat penduduk. Namun, angka yang terinfeksi masih meningkat. Masih banyaknya masyarakat yang tidak mematuhi peraturan PSBB dinilai sebagaim salah satu penyebab. Alangkah dewasanya apabila sebuah bangsa dan nmasyarakatnya mampu melihat masalah ini semua dengan bijak, bisa menjawab tantangan, serta tangguh menghadapi semua ancaman.

Salah satu cara yang dirasa cukup ampuh adalah menumbuhkan dan menguatkan jiwa bahari terutama dikalangan generasi muda dengan memperkenalkan budaya bahari, salah satunya dapat melalui pengembangan wisata bahari. Diharapkan dengan menguatnya pemikiran serta tindakan kebaharian yang semakin masif, masyarakat dapat hidup mandiri dan bertahan sekalipun ditengah situasi sulit seperti saat ini. Jiwa bahari bagi pemuda ini memiliki dampak positif bagi suatu perekonomian dan masyarakat, salah satu dampak terpenting dari jiwa bahari ini adalah menjaga kekayaan laut Indonesia yang sekarang hampir punah.

Pengembangan wisata bahari adalah upaya yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan obyek serta daya tarik kawasan pesisir dan laut berupa kekayaan alam pantai yang indah, keragaman taman laut berupa flora dan fauna dan hewan seperti terumbu karang dan berbagai jenis ikan hias, serta budaya tradisional yang berkaitan dengan legenda kelautan. potensi kebaharian tersebut memberikan anugerah buat Indonesia.

Dimasa pandemi saat ini banyak destinasi wisata bahari yang tutup, guna mencegah penyebaran COVID-19. Maka Agar bisa bertahan di tengah pandemi saat ini, pemerintah daerah harus membuka obyek wisata dengan syarat menetapkan protokol kesehatan yang ketat. Misalnya, menyediakan fasilitas kesehatan seperti tempat cuci tangan, tidak menimbulkan kerumunan, menjaga jarak dan hanya mengisi separuh kapasitas seperti waktu normal.

Wisata bahari dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan, ada snorkeling yang cukup populer, diving, hingga kegiatan watersport atau olah raga air seperti di Anyer, Bali hingga Lombok. Misal adanya kegiatan diving atau menyelam dapat menikmati indahnya ekosistem bawah laut, kesehatan yang semakin terjaga pun menjadi nilai tambah ketika melakukan olahraga ini. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi media pembelajaran masyarakat dalam upaya pemulihan ekosistem terumbu karang sekaligus multiplier effect menciptakan mata pencaharian alternatif. Sehingga pelu adanya peran pemerintah untuk mendukung pelaksanaan sertifikasi pemandu wisata selam di daerah wisata selam, mengadakan sosialisasi terkait pedoman penyelenggaraan wisata selam rekreasi.

Oleh sebab itu diperlukan rencana strategis wisata bahari yang dapat diimplementasikan secara konsisten dan berkelanjutan di setiap daerah, sehingga generasi muda banyak yang terlibat dalam event lokal, nasional dan internasional di daerah masing-masing. Secara langsung, event-event tersebut akan menumbuhkan generasi muda yang cinta bahari, dan suatu saat akan menganggap laut itu menjadi bagian hidupnya karena laut itu bisa memberikan sesuatu yang berarti bagi hidupnya.

Essay terbaik Lomba GenBI Sharing
Editor : Diah Titi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *