GenBI Purwokerto

INVESTMENT EDUCATION SERIES : EVALUATION RATIO FOR BANK

Peran bank dalam pengembangan ekonomi di suatu negara memiliki peranan yang sangat penting. Bank memiliki peran sebagai fundraisers dan menyalurkannya kembali kepada Masyarakat. Dengan kata lain, bank adalah institusi yang melakukan fungsi intermediaris antara masyarakat yang kelebihan dana (surplus) dan masyarakat yang kekurangan dana (deficit).

Apabila meninjau sektor perbankan di pasar modal Indonesia, saham perbankan adalah salah satu saham yang menjadi perhatian bagi sebagian investor karena kinerjanya yang ciamik. Selain kinerja perusahaan, prospek untuk sektor perbankan masih menjanjikan. Hal tersebut dikarenakan populasi unbanked di Indonesia masih relatif besar, yaitu sekitar 97.7 juta penduduk atau sekitar 48% dari total penduduk (Bank Indonesia, 2023)

Di dalam pasar saham Indonesia, empat saham perbankan menduduki Top 10 Market Cap. Kapitalisasi pasar (market capitalization) adalah perkalian antara harga pasar atau harga penutupan dengan jumlah saham yang beredar (Kurniawan & Hidayati, 2022). Empat saham yang menduduk Top 10 Market Cap adalah :

  1. PT Bank Central Asia, Tbk (BBCA) dengan market cap 1.083 T
  2. PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk (BBRI) dengan market cap 791 T
  3. PT Bank Mandiri (Persero), Tbk (BMRI) dengan market cap 556 T
  4. PT Bank Negara Indonesia, TBk (BBNI) dengan market cap 190 T
Sumber : Olah Data & Stockbit (2023)

Pengukuran market cap empat saham tersebut diambil dari harga penutupan 29 September 2023 (Data diolah & Stockbit, 2023)

Selain market cap, kinerja harga saham empat bank tersebut mengalami kenaikan secara year to date (YTD). Data kenaikan harga saham diambil pada tanggal 13 Oktober 2023. Tercatat, BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI mengalami kenaikan harga saham masing-masing sebesar 6,14%, 8,32%, 23,03% dan 12,21% (Stockbit, 2023).

Sumber : Olah Data & Stockbit (2023)

Kinerja perbankan dan kesehatan bank dapat dinilai dari beberapa indikator. Salah satu indikator yang biasa digunakan sebagai dasar penilaian adalah laporan keuangan bank (Kurniawan & Hidayati, 2022). Dari laporan tersebut, kita dapat menilai beberapa aspek yang biasa digunakan sebagai dasar penilaian kesehatan bank. Aspek-aspek tersebut ialah risk profile, earnings, dan capital. Aspek tersebut didasari oleh Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 13/1/PBI/2011 tentang penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum (Wibowo & Galuh, 2022a).

  1. Risk Profile

Menurut Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 13/ 1/ PBI/ 2011, kinerja bank yang ditinjau dari aspek Risk Profile adalah menilai risiko inheren dan kualitas dari diterapkannya manajemen risiko pada operasional suatu bank (Wibowo & Galuh, 2022a) Pada umumnya, aspek risk profile dapat difokuskan pada aspek risiko kredit dan aspek likuiditas (Wibowo & Galuh, 2022a). Aspek risiko kredit dapat diproyeksikan dengan menggunakan rasio Non Performing Loan (NPL) (Marisya, 2021). Sedangkan, untuk aspek likuiditas dapat dinilai menggunakan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) (Wibowo & Galuh, 2022).

            Non Performing Loan (NPL)

            Rasio Non Perfoming Loan (NPL) adalah rasio yang mengukur seberapa besar kredit atau pembiayaan yang tidak memiliki performa yang baik. Semakin tinggi risiko ini menandakan bahwa manajemen bank memiliki kualitas yang buruk dalam pengelolaan kredit atau pembiayaan (Wibowo & Galuh, 2022). Selain itu, tingginya rasio NPL ini akan menggerus laba yang akan diterima oleh bank. Formula dari rasio ini adalah :

Sumber : Surat Edaran OJK No. 14/SEOJK.03/2017

            Loan to Deposit Ratio (LDR)

            Rasio ini untuk mengukur seberapa besar bank menyalurkan kreditnya yang berasal dari dana pihak ketiga (DPK). Semakin tinggi rasio ini menunjukkan bahwa penyaluran kredit berjalan dengan optimal, tetapi bisa jadi hal tersebut akan memengaruhi likuiditas bank menjadi kurang baik dan berlaku sebaliknya (Wibowo & Galuh, 2022). Rumus dari rasio ini adalah :

Sumber : Surat Edaran OJK No. 14/SEOJK.03/2017
  1. Earnings

Selanjutnya, Aspek penilaian profitabilitas mengukur kemampuan bank dalam meningkatkan laba dan pendapatan pada setiap periode (Wibowo & Galuh, 2022a). Aspek earnings (rentabilitas) dapat diukur dengan Return on Asset (ROA) karena Bank Indonesia lebih mengutamakan nilai profitabilitas suatu bank yang diukur dengan aset terutama yang berasal dari tabungan Masyarakat, maka ROA lebih representatif dalam mengukur tingkat profitabilitas bank (Dendawijaya (2001) dalam Marisya (2021)).

            Return on Asset (ROA)

            Rasio ini mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba perusahaan berdasarkan aset yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin tinggi rasio ini menandkan bahwa perusahaan memiliki kinerja keuangan yang sangat baik, hal ini akan menarik investor untuk menanamkan modalnya. Rumus dari rasio ini adalah :

Sumber : Surat Edaran OJK No. 14/SEOJK.03/2017
  1. Capital

Terakhir, berdasarkan PBI No. 13/ 1/ PBI/ 2011 pasar 7 ayat 4 menjelaskan bahwa penilaian aspek permodalan termasuk penilaian kecukupan modal dan pengelolaannya. Aspek capital atau modal dapat diukur menggunakan dengan indikator Capital Adequacy Ratio (CAR) (Margono et al., 2020). Rumus dari rasio ini adalah :

Sumber : Surat Edaran OJK No. 14/SEOJK.03/2017

Oleh : Nabil Umar (Anggota GenBI Purwokerto)

Referensi :

BANK INDONESIA. (2011, 1 5). PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 13/1/PBI/2011 TANGGAL 5 JANUARI 2011 TENTANG PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK UMUM. Retrieved from PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 13/1/PBI/2011 TANGGAL 5 JANUARI 2011 TENTANG PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK UMUM: https://www.bi.go.id/id/publikasi/peraturan/Pages/pbi_130111.aspx

BANK INDONESIA. (2023, 5 10). TALENTA DIGITAL DAN INKLUSI KEUANGAN KUNCI PENINGKATAN DAYA SAING EKD. Retrieved from TALENTA DIGITAL DAN INKLUSI KEUANGAN KUNCI PENINGKATAN DAYA SAING EKD: https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2512323.aspx#:~:text=Jumlah%20penduduk%20Indonesia%20yang%20masih,besar%20melalui%20pendekatan%20teknologi%20digital

Kurniawan, C. D., & Hidayati, A. N. (2022). EFEK MARKET CAP, DER, CR, DAN ROA TERHADAP TINGKAT PENGEMBALIAN SAHAM PERUSAHAAN INDEKS SAHAM LQ45. Finansha: Journal of Sharia Financial Management, 3(1), 24–36. https://doi.org/10.15575/fjsfm.v3i1.18037

Margono, H., Wardani, M. K., & Safitri, J. (2020). Roles of Capital Adequacy and Liquidity to Improve Banking Performance. Journal of Asian Finance, Economics and Business, 7(21), 075–081. https://doi.org/10.13106/jafeb.2020.vol7.no11.075

Marisya, F. (2021). ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERBANKAN DI INDONESIA DAN MALAYSIA. Integritas Jurnal Manajemen Profesional, 2. https://doi.org/10.35908/ijmpro

OTORITAS JASA KEUANGAN. (2017, 3 17). Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/SEOJK.03/2017. Retrieved from Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/SEOJK.03/2017: https://ojk.go.id/id/kanal/perbankan/regulasi/surat-edaran-ojk/Pages/Surat-Edaran-Otoritas-Jasa-Keuangan-Nomor-14-SEOJK.03-2017.aspx

Rifansa, M. B., Aisyah, N., & Pulungan, F. (2022). The Effect of Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), Loan to Deposit Ratio (LDR) and Operational Costs and Operational Revenue (BOPO) On Return on Assets (ROA) in Bank IV Indonesia. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal), 5, 15723–15737. https://doi.org/10.33258/birci.v5i2.5484

STOCKBIT. (2023). STOCKBIT. Retrieved from STOCKBIT: https://stockbit.com Wibowo, D. H., & Galuh, A. K. (2022). PERBANDINGAN KINERJA PERBANKAN MELALUI RASIO KEUANGAN BERDASARKAN ASPEK RISK PRO-FILE, EARNINGS, DAN CAPITAL SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 (Studi Pada Bank BUMN Konvensional). CONTEMPORARY STUDIES IN ECONOMIC, FINANCE, AND BANKING, 1, 99–111. https://doi.org/10.21776/csefb.2022.01.1.09

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *