GenBI Purwokerto

KENALI JENIS-JENIS HORMON KEBAHAGIAAN DAN CARA UNTUK MENDAPATKANNYA

Kebahagiaan adalah sebuah kondisi pikiran. Ketika kita bertanya kepada seseorang apa yang membuatnya bahagia, ada berbagai macam jawaban. Kehadiran orang yang dicintai, menonton film yang dibintangi oleh aktor favoritnya, menyantap makanan favoritnya, atau hanya sekedar mendapatkan hari libur untuk bersantai dan melepas lelah adalah beberapa jawaban yang paling mungkin kita dengar.

Diliputi kebahagiaan setiap harinya pasti menjadi keinginan semua orang. Pasalnya, kebahagiaan dapat membawa berbagai pengaruh positif pada kehidupan sehari-hari. Saat kamu bahagia, kamu akan lebih produktif dalam bekerja dan lebih banyak tersenyum sehingga aura positif akan terpancar. Tanpa kamu sadari, ada berbagai kebiasaan sederhana yang bisa membuat kamu selalu bahagia setiap hari.

Bagaimanapun juga, hal itu merupakan level permukaan yang bisa kita lihat. Kebahagiaan, jika dilihat secara ilmiah, hanyalah fungsi tubuh yang terjadi saat hormon tertentu dilepaskan di dalam tubuh. Pada saat kesehatan mental benar- benar menderita, penting untuk memastikan bahwa kita merasa bahagia, dan dalam suasana hati yang lebih baik.

Tapi hal itu bukan berarti mengabaikan perasaan atau kesejahteraan emosional. Namun, ada hormon bahagia tertentu dalam tubuh kita yang bisa memberikan dorongan dan membuat kita merasa lebih baik. Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menghasilkan hormon bahagia

  1. Dopamin
    Dopamin atau yang biasa disebut hormon perasaan senang, bekerja untuk membantu otak untuk mengirim pesan melalui sistem saraf ke berbagai bagian tubuh. Sehingga bisa membantu otak untuk berkomunikasi dengan bagian tubuh lainnya. Dopamin juga bisa membantu kita untuk merasa senang terhadap suatu kegiatan yang menyenangkan. Misalnya: mendengarkan lagu kesukaan. Dalam hal ini, Dopamin adalah hormon yang berfungsi untuk memberikan rasa senang itu. Selain itu, domain juga bisa mempengaruhi motivasi yang ada dalam diri kita. Dopamin bekerja atau memberikan sensasi kesenangan itu bahkan sebelum kita melakukan kegiatannya. Misalnya: Kita sudah merasa senang ketika melihat makanan kesukaan kita tersaji dihadapan kita.
  2. Oksitosin
    Oksitosin juga disebut hormon cinta. Oksitosin adalah salah satu hormon bahagia paling populer. Itu dihasilkan oleh tindakan mengungkapkan cinta dan kasih sayang. Cara menghadirkannya adalah sebagai berikut; Bermain dengan hewan peliharaan, Bermain dengan bayi, Berpegangan tangan, Keintiman, Memeluk keluarga dan teman dan Memberi atau menerima pujian
  3. Serotonin
    Serotonin atau yang bisa juga disebut juga hormon kebahagiaan merupakan hormon sekaligus neurotransmitter dalam mengatur suasana hati. Selain perihal mood, serotonin juga berperan dalam reguasi tidur, nafsu makan, pencernaan, kemampuan bernalar, belajar dan daya ingat. Jika hormon serotonin tidak ada maka akan timbul kesepian dan rasa depresi dalam diri kita. Serotonin disebut hormon penstabil mood. Pada hari-hari ketika kita tidak merasa dalam keadaan terbaik tetapi tidak memiliki alasan khusus untuk tidak merasa seperti itu, mungkin kita memerlukan dorongan serotonin. Hormon ini dapat diproduksi oleh aktivitas yang membantu menenangkan kita. Ini termasuk meditasi, olahraga, berjemur di bawah sinar matahari, dan berjalan di alam.
  4. Endorfin
    Endorfin merupakan hormon yang dapat membuat kita merasa senang juga. Tapi, rasa senang yang dimaksudkan disini tidaklah sama dengan rasa “senang” secara alami yang bahkan sudah bekerja sebelum melakukan kegiatan yang kita sukai seperti pada Dopamin. Endorfin sendiri bekerja dengan menghambat transmisi sinyal rasa nyeri di sistem saraf pusat (SSP) dengan mengikat reseptor opioid (morfin alami tubuh). Selain itu, endorfin juga bekerja untuk merespon rasa sakit stress dan membantu mengurangi kecemasan. Endorfin dapat memicu perasaan positif atau senang dalam tubuh yang dilepaskan saat kita melakukan sesuatu yang kita sukai seperti olahraga, tertawa, mendengarkan musik dll.
    Apa bedanya antara endorfin dan dopamin? Dopamin bekerja untuk memberikan rasa senang dan bahagia secara alami bahkan sebelum kita melakukan kegiatannya. Misalnya: kita merasa senang hanya membayangkan bahwa kita akan memakan makanan favorit kita sebelum benar-benar memakannya. Sedangkan, endorfin adalah hormon yang dilepaskan saat kita sudah melakukan kegiatan yang kita sukai. Misalnya: merasa bahagia saat nonton Drakor dan endorfin juga bekerja untuk menghambat rasa sakit terlebih dahulu sebelum menimbulkan rasa bahagia itu sendiri. Apa perbedaan Dopamin dan Serotonin? Dopamin lebih dikaitkan dengan pusat kesenangan dan penghargaan di otak kita sedangkan serotonin dikaitkan dengan pengatur suasana hati kita (mood).

Penulis: Fiqih Imanul Haq

Editor: Reghina Tasya Ambari

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *