GenBI Purwokerto

Kunci Sukses Menjadi Startup

Vivi Nur Azizah
Email: vivinurazizah31@gmail.com

Jika kalian sering membaca berita di media sosial seputar teknologi, pastinya tidak asing dengan istilah startup. Kebanyakan orang menganggap perusahaan startup sebagai perusahaan kecil yang baru berjalan selama beberapa bulan atau tahun. Namun, pada kenyataannya tidak sesederhana itu untuk mengategorikan bisnis startup.

Startup merupakan suatu perusahaan yang menggabungkan unsur sosial dengan ekonomi. Startup merupakan perusahaan yang memberikan jawaban dari permasalahan di dalam masyarakat (sosial) dengan solusi yang menghasilkan sebuah profit (ekonomi). Ciri-ciri lain dari perusahaan startup adalah adanya inovasi teknologi yang bersifat disruptif. Perusahaan startup juga memiliki lingkungan kerja yang sehat dan “anti perbudakan”. Tidak heran banyak anak muda sekarang yang ingin bekerja di perusahaan startup di Indonesia. Namun, dalam perkembangan startup di Indonesia sendiri tergolong sangat pesat.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Startupranking.com, Indonesia menempati posisi kedua setelah India dalam jumlah startup. Tren startup yang sasaran awalnya adalah kalangan milenial, kini meluas ke berbagai generasi seperti generasi Z. Banyaknya keuntungan dari pendirian perusahaan startup membuat banyak orang tergiur terjun di dalamnya. Produk startup ini lebih berbentuk digital, seperti software atau aplikasi. Meskipun demikian, bukan berarti semua startup menjual software. Banyak dari startup yang juga menjual jasa atau produk digital lain, seperti ebook, foto, gambar ilustrasi atau bahkan insight.

Startup pada dasarnya adalah perusahaan rintisan. Karena itu, startup sudah dirancang agar nantinya bisa menjadi perusahaan besar. Skala bisnisnya juga tidak terbatas pada tingkat lokal ataupun nasional. Karena semua aspek dalam startup dirancang agar siap menjadi perusahaan besar, skala bisnisnya sangat mungkin untuk sampai ke ranah internasional.

Tujuan yang dikejar oleh startup adalah pertumbuhan yang cepat. Untuk mencapai tujuan tersebut startup tidak segan-segan untuk melontarkan banyak dana, baik pengembangan produk, akuisisi, penggunaan baru, atau hal-hal lain yang menunjang pertumbuhan. Itulah kenapa startup begitu royal dalam “membakar uang” dan aktif mencari investor.

Banyak perusahaan e-commerce yang didirikan startup seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, JD.id, Blibli, Lazada, OLX dan Bhinneka. Perusahaan transportasi juga ada seperti Grab dan Gojek dan masih banyak lagi perusahaan yang didirikan oleh startup.

Adapun tahapan untuk membangun startup yaitu pertama, menemukan ide. Kedua, membuat rencana atau business plan agar strategi pemasaran menjadi lebih konkret. Ketiga, memiliki sumber dana untuk memberi penghargaan kepada orang-orang yang bekerja, membayar kebutuhan bulanan, serta berinovasi untuk mengembangkan bisnis. Ada enam sumber dana yang bisa digunakan untuk membiayai startup, antara lain: simpanan pribadi dan kredit, dana teman dan keluarga, pendanaan perusahaan, investasi personal, bank, dan crowdfunding.

Keempat, menemukan orang yang memiliki pemikiran yang sama. Pemikiran di sini berarti orang-orang yang memiliki visi yang sama untuk membangun startup dan ikut berkontribusi bagi masyarakat. Maka dari itu, mereka bisa saja memiliki pendekatan dan insight yang berbeda. Hal inilah yang harus di syukuri karena mereka dapat menyumbang ide dan inovasi untuk memperbaiki startup.

Di masa awal terbentuknya startup, jangan lupa untuk berdiskusi terlebih dahulu dengan pengacara, akuntan, dan penasihat finansial. Ketiga orang ini akan sangat dapat membantu menetapkan fondasi kuat untuk bisnis ke depan. Kelima, membangun keberadaan secara offline dan online. Ketika startup sudah terbangun, tentunya menginginkan usahanya eksis dan diketahui oleh banyak orang. Maka dari itu, membangun keberadaan offline dan online menjadi suatu hal yang teramat esensial.

Untuk membangun keberadaan offline, sudah pasti membutuhkan kantor. Desainlah kantor yang nyaman untuk semua talenta dan sediakan berbagai fasilitas yang mendukung kebutuhan kerja. Jika memiliki budget lebih, maka sediakan juga fasilitas hiburan yang membantu karyawan mengusir kejenuhan saat bekerja. Untuk keberadaan online, akan lebih banyak dibahas di bagian Tips Mengembangkan Startup. Tetapi intinya, jangan lupa untuk memiliki website dan terus aktif di beberapa channel media sosial untuk membangun eksistensinya.

Keenam, menjaga hubungan dengan konsumen. Biasanya perusahaan sering melupakan konsumen lama padahal konsumen itu loyal dan justru jika mencari konsumen baru akan membutuhkan dana lebih. Sebaiknya ada loyalty card atau sistem poin ke sistem perusahaan dan inovasi yang baru agar pelanggan terus kembali.

Ketujuh, jangan menyerah. Ketika mengalami kegagalan, bangkitlah dan jangan mudah putus asa. Kadang kita sudah mengeluarkan dana yang banyak tapi itu tidak menjamin penggandaan keuntungan. Maka dari itu anggaplah bisnis sebagai seni. Kadang insting, intuisi, dan emosi juga dapat memegang peranan penting dalam mempertahankan bisnis. Kadang bisnis bisa maju pesat, stagnan, dan melemah. Kalau sudah begitu ingat mantranya: jangan menyerah.

Komponen yang menjadi pertimbangan investor untuk menanam modal yaitu target pasar, strategi skalabilitas yang tepat guna memastikan mendapatkan profit, tim perusahaan yang produktif, mampu menghadapi persaingan, dan mampu beradaptasi dengan tren yang berkembang. Dalam usaha juga kita harus mampu menanggung semua risiko dengan keputusan yang kita buat. Karena semua yang kita ambil itu berisiko.

Tips memulai bisnis starup yaitu pertama, modal. Modal adalah hal yang utama yang perlu diperhatikan karena minimnya modal berdampak pada aspek perusahaan seperti perlengkapan kantor, teknologi yang diperlukan hingga karyawan. Kedua, menentukan visi dan misi agar perusahaan memiliki tujuan yang akan dicapai jangka pendek maupun panjang. Ketiga, unik. Pastikan produk yang ditawarkan berbeda dengan produk yang ada di pasar. Produk yang unik akan mendatangkan keuntungan dan sulit disaingi dengan yang lain. Keempat, mencari partner kerja. Dalam sebuah bisnis membutuhkan yang namanya tim solid yang dapat mengenal perasaan dan pikiran untuk menyamakan visi membangun perusahaan yang besar. Dan kelima adalah jangan mudahmenyerah. Semua usaha butuh waktu yang panjang untuk mengembangkan perusahaan sehingga maju dan berkembang. Harus berani dan jangan mudah menyerah menghadapi hambatan dalam mengembangkan bisnis.

Dalam membangun sebuah perusahaan pasti ada jatuh bangunnya seperti William Tanuwijaya beliau pendiri Tokopedia bersama kawannya. Kini Tokopedia menjadi marketplace terkemuka dan jadi bagian ekosistem startup global. Ada kata motivasi dari beliau yang bisa menjadi semangat membangun perusahaan dengan banyaknya rintangan. “Bermimpilah dengan mata terbuka. Jika apa yang kamu impikan, pikirkan, ucapkan, dan lakukan dengan konsisten, tiada mimpi yang terlalu tinggi untuk digapai. Willian Tanuwijaya, pendiri Tokopedia”. Semua mimpi bisa dicapai asalkan ada kemauan dan gerakan yang besar pula serta doa dan restu orang tua menjadi kunci dari kesuksesan.

Essay terbaik Lomba GenBI Sharing

Editor: Diah Titi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *