GenBI Purwokerto

Kurangnya Literasi Digital Payment (Qris) Di Ranah Pondok Pesantren

Ayu Komalasari

Pendahuluan

Berkembangnya teknologi semakin gencar diranah revolusi industry 4.0 yang umum digunakan untuk tingkatan perkembangan industry teknologi di dunia. Untuk tingkatan keempat ini, memang di fokuskan pada teknologi-teknologi yang bersifat digital. Literasi terkait perkembangan teknologi yang modern ini memang belum tersosialisasi secara menyeluruh di setiap sudut. Ada beberapa faktor yang menghambat perkembangan dari teknologi di Indonesia. Indonesia sangat kental akan budaya dan adat istiadatnya, oleh karena itu tidak semua masyarakat menerima akan adanya inovasi terkait teknologi digital.

Pengetahuan tentang keuangan seharusnya menjadi dasar pengambilan keputusan bagi UMKM dalam menjalankan bisnisnya. Dengan menjalankan bisnis UMKM didukung berbagai peraturan dan fasilitas oleh pemerintah maupun swasta, Pelaku UMKM sebaiknya dapat memanfaatkan teknologi sebaik-baiknya. Akan tetapi pengetahuan akan digital payment diranah pondok pesantren belum begitu berkembang karena tidak adanya sosialisasi. Literasi keuangan diukur dengan indikator pengetahuan, keyakinan, fitur, manfaat, resiko, hak dan kewajiban, serta keterampilan dalam menggunakan digital payment. Di Indonesia, indeks literasi keuangan sebesar 38,03% berdasarkan data survey Otoritas Jasa Keuangan tahun 1990. Untuk mengamati dan menganalisis penggunaan digital payment.

Pembahasan

Keuangan merupakan salah satu faktor penting dan melekat bagi masyarakat secara luas. Pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan yang baik akan memberikan manfaat positif bagi penggunanya dalam pertimbangan pengambilan keputusan produk-produk keuangan. Literasi keuangan adalah seperangkat pengetahuan dan ketrampilan yang memungkinkan seorang individu untuk membuat keputusan yang efektif dengan sumber daya keuangan mereka (Manurung & Rizky, 2009). Cakupan dalam literasi keuangan adalah pengetahuan tentang konsep keuangan, kemampuan memahami konsep keuangan, keandalan dalam mengelola keuangan pribadi maupun perusahaan serta mempunyai kemampuan untuk mengambil keputusan pada saat tertentu (Aribawa, 2016). Indikator dalam pengukuran literasi keuangan menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 76/POJK.07/2016 pasal 6 (2) tentang Peningkatan Literasi Dan Inklusi Keuangan Di Sektor Jasa Keuangan bagi konsumen atau masyarakat. Hal ini sangat penting seiring berkembangnya zaman. Sebagai santri milenial harus bisa menyeimbangi dengan teknologi yang ada, kebiasaan santri yang ada di Purwokerto sangat gemar akan belanja online, dimana setiap tanggal dan bulan yang sudah berkaitan dengan promo maka jiwa konsumtifnya sangat meningkat, baik cowo maupun cewe juga berburu vocher yang ada di e-commerce. Hal ini sangat membantu santri yang mager (males gerak) untuk mencari sesuatu yang jauh dari jangkauan tempat pondok. Akan tetapi kadang kita tidak biisa mengatur akan kebutuhan dan keinginan kita. Oleh karena itu kita harus bisa memahami dan mengerti tentang terkait manajemen keuangan. Pengelolaan keuangan di pondok pesantren harus pintar dan cekatan untuk membentuk pribadi yang disiplin lagi. Sebagai konsumen yang bijak, perlu mengetahui gambaran terkait pembayaran secara digital melalui smartphone.

Layanan fintech yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah pembayaran digital. Payment, settlement dan clearing adalah layanan dari fintech merupakan gabungan dari transaksi pembayaran dengan teknologi baik yang disediakan oleh bank maupun perusahaan startup. Pengguna bisa melakukan transaksi pembayaran melalui aplikasi di smartphone Jenis pembayaran seperti ini bisa dilakukan dengan Near Field Communication (NFC), pembacaan barcode atau QR Code. Terkait QR code merupakan trobosan terbaru dari Bank Indonesia yaitu QRIS. Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

QRIS merupakan digital payment yang sangat membawa pengaruh baik bagi UMKM dan masyarakat umum, selain mempermudah bertransaksi QRIS juga dapat meminimalisir adanya gejala Covid-19. Dimana kita tidak perlu lagi membayar secara langsung, kita hanya cukup memfoto lalu scan kode yang telah ditentukan. Selain praktis QRIS juga membantu kita dalam hal pembawaan uang receh. Santri harus tau terkait trobosan dari Bank Indonesia ini, contoh kecil terdapat toko yang bernama “Toko Oke Mart” letaknya kurang lebih tidak jauh dari pondok pesantren yang sangat terjangkau. Di dalam toko cerme terdapat beberapa metode pembayar seperti uang cash, memakai kartu kredit, dan menggunakan QRIS. Sebagai santri milenial hendaknya mencoba menggunakan pembayaran secara digital, akan tetapi karena kurangnya sosialisasi terkait pembayaran secara digital maka masih menggunakan metode pembayaran secara tunai. Hal ini jika semua santri faham akan perkembangan digital payment bisa membantu pengembangan UMKM yang berada di sekitar pondok dan mampu mendorong sistem ekonomi secara digital. Sebenarnya penggunaan QRIS sangatlah sederhana cukup scan lalu pembayaran secara otomatis terdeteksi sesuai jumlah barang yang kita beli.

Kesimpulan

Literasi digital payment sangat penting untuk di sosialisasikan diranah pondok pesantren, sebagaimana contohnya ialah QRIS yang tidak semua santri mengerti terkait pengembangan digital yang ada. SosiaIisasi QRIS biasa dilakukan ke ranah mahasiswa dan masyarakat umum lainnya dengan menggunakan webinar-webinar literasi keuangan seperti QRIS. Hal ini perkembangan QRIS sudah sangat berkembang lambat laun akan menggunakan QRIS sebagai media pembayaran secara digital, sosialisasi QRIS sebenarnya sudah bagus dibarengi dengan menggunakan lomba-lomba secara virtual. Akan tetapi, sangat diindahkan lagi jika sosialiskan QRIS juga masuk kedalam ranah pondok pesantren.

Essay terbaik Lomba GenBI Sharing.
Editor : Diah Titi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *