GenBI Purwokerto

Media Sosial: Pengaruh Terhadap Perilaku Remaja

Media sosial

Salah satu dampak dari berkembangnya zaman adalah kemajuan teknologi yang semakin pesat, teermasuk dalam hal ini adalah teknologi komunikasi. Dahulu orang mengenal komunikasi sebagai bentuk pertukaran pesan anatara individu yang satu dan lainnya dalam kondisi saling bertemu atau tatap muka. Ini tentunya berbeda dengan keadaan sekarang dimana kita dapat saling bertukar pesan ataupun komunikasi tanpa bertemu. Ini yang kemudian sering kita dengar dengan komnikasi media massa. Perkembangan komunikasi media massa ini dilatarbelakangi dengan perkembangan internet. Istilah internet sendiri dikenal dengan sebuah jaringan yang menghubungkan berbagai jaringan computer bahkan samapai ribuan. Maka tak heran jika internet juga sering disebut sebagai jaringan computer luas yang menghubungkan antar negara di dunia(Gafar, 2008).

Dan media sosial adalaha salah satu bagian dari produk internet yang mampu menghubungkan antar pengguna tanpa terikat letak geografis dan tanpa saling kenal. Media social menjadi salah satu hal yang tidak bisa lepas dalam kehidupan sehari-hari. Dengan media sosial manusia dapat bertukar informasi baik berupa gambar, video, maupun teks. Selain itu media sosial yang juga dikenal dengan istilah New Media, memiliki keunggulan disbanding dengan media massa. Dimana dengan media sosial feedback atau umpan balik dapat terjadi secara langsung, misalnya melalu room chat ataupun kolom komentar. Ini berbanding terbalik dengan media massa seperti televise, radio dan surat kabar, dimana umpan balik tidak dapat langsung dirasakan. Ini pula yang menjadi alasan kenapa media sosial banyak di pakai terutama oleh anak remaja.

Penggunaan media sosial menunjukann angka yang cukup tinggi dimana dari total 274,9 juta jiwa penduduk Indonesia sekitar 61% atau sekita 170 juta jiwa aktif sebagai pengguna media sosial, dan angka itu didominasi oleh para remaja(kompas.com).

Media sosial memang memiliki dampak positif bagi para penggunanya, namun ini juga tidak menutup kemungkinan bahwa media sosial juga membawa dampak negatif bagi para penggunanya. Banyak kasus kriminal yang terjadi akibat dampak dari penggunaan media sosial, seperti kasus yang menimpa remaja di Bogor yang saling bacok. Kasus itu bermula ketika kduanya saling ejek di platform media sosial facebook, hingga akhirnya mereka saling bertemu dan berkelahi. Ini hanya satu contoh dari berbagai kasus yang terjadi. Kemudahan akses media sosial yang tidak terbatas usia ini menjadi salah satu penyebab banyak terjadi tindak kriminal. Apalagi bagi remaja, dimana cara berfikir dan kemampuan mengendalikann emosi yang belum stabil. Berikut beberapa pengaruh dari penggunaan media sosial terhadap sikap remaja:

Acuh Dengan Lingkungan Sekitar
Rata-rata penggunaan media sosial oleh para remaja diatas 5 jam dalam sehari. Ini tentu memberikan pengaruh dimana mereka menjadi lebih banyak menghabiskan waktu bersama gadget mereka daripada berinteraksi dengan orang secara langsung. Maka tak heran jika sekarang banyak remaja yang merasa malu atau terlihat acuh terhadap lingkungan sekitarnya dan lebih enjoy di dunia maya.

Cyberbullying
Cyberbulliying merupakan istilah yang dikenal sebagai benttuk perundungan di dunia maya. Biasanya cyberbulliying akan berlangsug berulang-ulang dengan tujuan untuk membuat takut, mengancam dan juga mempermalukan mereka yang menjadi sasaran. Cyberbulliying adalah salah satu hal yang dapat membawa dampak buruk, dimana ini akan mempengaruhi psikis korban sehingga mendorongya untuk melakukan hal-hal nekad seperti bunuh diri.

Perasaan Ingin Di Akui
Dalam berbgai platform media sosial menampilkan fitur unggah atau upload dimana dengan fitur ini kita dapat membagikan berbagai hal baik berupa teks, gambar maupun video. Misalnya di Instagram kita dapat mengunggah berbagai video dan foto kita dan dapat dilihat oleh banyak orang. Dalam instagram juga memungkinkan khalayak ataupun followers kita untuk menyukai dan berkomentar. Dan dampak adanya fitur tersebut adalah perasaan bangga jika kita memiliki jumlah like ataupun komentar yang banyak, lama-kelamaan hal ini memunculkan istilah baru yaitu selebgram. Inilah yang menyebabkan munculnya perasaan untuk ingin di akui oleh orang banyak, dengan dilihat dari jumlah like dan komentar.

Oleh : Diah Titi Nawang Yudi
Editor : Siti Marfixoh

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *