GenBI Purwokerto

OPTIMALISASI BANK INDONESIA DALAM PENGEMBANGAN LITERASI KEUANGAN PADA GENERASI MUDA DI ERA PANDEMI COVID-19

Literasi keuangan merupakan bagaimana cara mengelola uang dengan memahami perbankan, investasi, manajemen keuangan pribadi. Pengelolaan keuangan tersebut dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, literasi keuangan menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat Indonesia, terutama generasi muda yang memiliki kemampuan, semangat tinggi, dan wawasan yang lebih luas.

Generasi muda saat ini mendomisansi masyarakat Indonesia yang terdiri dari generasi Z dan generasi milenial. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020 jumlah generasi Z mencapai 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94% dari total populasi 270,2 juta jiwa. Sementara, generasi milenial mencapai 69,90 juta jiwa atau 25,87%. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan hasil survei salah satu Bank Internasional pada tahun 2020 menyebutkan bahwa  generasi muda menjadi generasi yang paling terkena dampak pandemi Covid-19 dari sisi finansial. Selain itu, dilansir dari OCBC NISP Financial Fitness Index, diketahui bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia pada tahun 2021 baru berada di level 37,72 dari total score 100, masih jauh lebih rendah dibanding Singapura yang pada tahun lalu tercatat di level 61.

Direktur Inovasi dan Strategi Bank OCBC NISP Ka Jit, menyampaikan terdapat tiga permasalahan keuangan bagi generasi muda. Pertama, pemahaman yang kurang terkait konsep dasar finansial menyebabkan banyak masyarakat mengambil keputusan finansial yang kurang tepat, misalnya investasi mengikuti tren tanpa punya pemahaman dasar, pemahaman kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan dana darurat, proteksi atau investasi. Kedua, kebisaaan manajemen finansial yang kurang tepat dan terbawa lifestyle kekinian, misalnya tergoda ajakan diskon, membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan dengan cara kredit. Ketiga, mindset keuangan yang kurang tepat, misalnya perencanaan keuangan itu cuma buat orang kaya, karena biaya konsultasinya itu mahal atau perencanaan keuangan itu sulit, bahkan menganggap pendapatannya tidak bisa disisihkan untuk tabungan/investasi. Oleh karena itu, program-program dan edukasi literasi keuangan menjadi sangat penting  untuk meningkatkan literasi keuangan di Indonesia.

Bank Indoenesia bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FKPPPK) pada Hari Selasa, 3 Agustus 2021 mengadakan acara Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) secara virtual untuk meningkatkan literasi keuangan kepada generasi muda dan masyarakat dalam rangka memperbesar basis investor ritel serta mengembangkan sektor keuangan di Indonesia.

Investor ritel pelu ditingkatkan karena peran basis investor ritel sangat penting dalam rangka mengembangkan pasar keuangan di Indonesia. Sesuai yang disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, bahwa Indonesia memerlukan investor ritel untuk membangun negeri dan menginvestasikan dana untuk negeri. Semakin banyaknya partisipasi dari investor ritel, tingkat perputaran uang akan baik sehingga mendukung efektivitas kemajuan ekonomi untuk memperkuat ketahanan ekonomi, khususnya pasar keuangan. Hal tersebut merupakan bagian dari reformasi struktural.  Semakin banyak investor ritel, pasar keuangan akan semakin kuat dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian gobal. Selain berkontribusi dalam program Like It,  Bank Indoensia juga turut berkontribusi mendorong pendalaman pasar keuangan  melalui pengembangan instrumen pasar uang, pasar valas, dan infrastruktur pasar keuangan.

Sumber:

Kompas.com, 2021. KOMPAS.com. [Online]

Available at: https://www.kompas.com/skola/read/2021/06/11/133000869/literasi-keuangan–definisi-manfaat-dan-tingkatnya

[Accessed 12 Oktober 2021].

Komunikasi, D., 2021. Bank Indonesia. [Online]

Available at: https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2318921.aspx

[Accessed 12 Oktober 2021].

Malik, A., 2021. bareksa. [Online]

Available at: https://www.bareksa.com/berita/belajar-investasi/2021-03-29/ojk-generasi-milenial-paling-terdampak-pandemi-literasi-keuangan-makin-krusial

[Accessed 12 Oktober 2021].

Raya, M. T., 2021. SUARA TANGERANG. [Online]

Available at: https://www.suaratangerang.com/2021/08/03/like-it-dorong-literasi-keuangan-perkuat-ekonomi-nasional/.html

[Accessed 12 Oktober 2021].

Shahnaz, . K., 2021. Bisnis.com. [Online]

Available at: https://m.bisnis.com/amp/read/20210315/55/1367906/ini-3-masalah-keuangan-generasi-muda-menurut-ocbc-nisp

[Accessed 14 Oktober 2021].

UMUM, 2021. KOMINFO JATIM. [Online]

Available at: http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/kemenkeu-like-it-dorong-literasi-keuangan-perkuat-ekonomi-nasional

[Accessed 12 Oktober 2021].

widhiyanto, F., 2021. INVESTOR.ID. [Online]

Available at: https://investor.id/finance/262246/saat-tingkat-literasi-keuangan-milenial-tak-setinggi-populasinya

[Accessed 12 Oktober 2021].

Penulis: Nurya Uswatun Khasanah

Editor: Siti Marfixoh

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *