GenBI Purwokerto

Pengaruh Intention To Use Terhadap Net Benefits

Investasi dalam teknologi informasi adalah hal yang sangat penting sebagai dampak dari perkembangan teknologi yang pesat. Sistem informasi merupakan faktor penting dalam memberikan perubahan secara dinamis di kehidupan setiap individu maupun bisnis yang ada di seluruh dunia. Tanpa adanya sistem informasi, tiap individu maupun organisasi akan lebih sulit untuk melakukan sesuatu ataupun mendapatkan hasil yang maksimal kompetensi dalam pekerjaan yang dilakukan khusunya di dalam pengolahan informasi. Sistem informasi dapat berfungsi dengan baik jika hal tersebut dapat mendukung banyak faktor penting lain yang turut mengambil bagian di dalam berjalannya suatu proses bagi individu maupun organisasi.

Sistem dengan teknologi informasi yang berkualitas dapat mempermudah penggunanya sehingga pengguna dapat merasakan manfaat dari sistem teknologi yang digunakan yang tentunya teknologi itu efektif dan efisien dalam praktiknya. Namun demikian pengukuran atau penilaian kesuksesan, keefektifan, serta minat menggunakan teknologi sulit dilakukan, sehingga banyak peneliti mengembangkan model untuk menilai kesuksesan sebuah sistem pada teknologi informasi. Sebuah sistem yang dianggap rumit biasanya tidak akan sering digunakan oleh penggunanya, padahal tolak ukur penerimaan sistem dilihat dari penggunanya serta niat dan intensitas penggunaannya. Suatu sistem informasi atau teknologi yang sering digunakan menunjukkan bahwa sistem atau teknologi tersebut memberikan manfaat bagi penggunanya seperti lebih dikenal pengguna, lebih mudah dioperasikan dan digunakan oleh user.

Model TAM menerangkan sebuah teori sebagai landasan untuk mempelajari dan memahami perilaku pemakai atau user sebuah teknologi atau sistem informasi dalam menerima dan menggunakan sistem informasi, konsep yang digunakan adalah persepsi kemanfaatan (perceived usefulness), persepsi kemudahan penggunaan (perceive ease of use), minat perilaku untuk menggunakan (behavioral intention to use), dan kondisi nyata penggunaan sistem (actual system usage) (Davis,1989).

Dapat diartikan bahwa behavioral Intention to use atau niat perilaku pengguna sistem informasi atau teknologi untuk menggunakan adalah kecenderungan perilaku untuk tetap menggunakan suatu teknologi. Tingkat penggunaan sebuah teknologi komputer atau teknologi informasi pada seseorang dapat diprediksi dari sikapnya terhadap teknologi tersebut, seperti keinginan menambah, motivasi untuk tetap menggunakan, dan juga keinginan untuk memotivasi pengguna lain agar menggunakan sistem teknologi yang serupa (Davis,1989).

Pada tahun 2003 DeLone dan McLean melakukan pemutakhiran dengan menambahkan variabel kualitas pelayanan (service quality) sebagai tambahan dari dimensi-dimensi kualitas yang sudah ada yaitu, kualitas sistem (system quality) dan kualitas informasi (information quality). Model yang baru ini juga menggabungkan beberapa variabel yaitu dampak individual (individual impact) dan variabel dampak organisasi (organizational impact) menjadi variabel manfaat-manfaat bersih (net benefit). Perubahan dimensi intensi memakai (intention to use) sebagai alternatif dari dimensi pemakaian (use). Manfaat-manfaat bersih akan menguatkan intensi pemakai.

Menurut Davis, Intention to Use (ITU) merupakan kecenderungan perilaku dari pengguna suatu sistem untuk tetap menggunakan suatu teknologi yang diberikan atau tersedia. Intention to Use adalah penilaian terhadap perilaku pengguna sistem dalam menggunakan sistem informasi untuk membantu pekerjaannya sehingga akan menjadi kecenderungan perilaku untuk tetap menggunakan sistem informasi tersebut dalam membantu berbagai aktivitasnya. Surendran (2012) menjelaskan bahwa intention merupakan ukuran dari kemungkinan seseorang menggunakan suatu teknologi.

Technology Acceptance Model (TAM) pertama kali diperkenalkan oleh Davis. TAM merupakan salah satu sistem model yang digunakan untuk menganalisis serta memahami berbagai faktor yang mempengaruhi diterimanya atau tidak penggunaan suatu teknologi oleh para pengguna sistem teknologi tersebut. Model TAM mengemukakan bahwa manfaat yang dirasakan dan kemudahan penggunaan yang dirasakan oleh pengguna menentukan niat individu (intention) untuk menggunakannya, sehingga evaluasi terhadap kegunaan teknologi tersebut dapat memberikan evaluasi terhadap kegunaan teknologi tersebut merupakan kunci utama agar pengguna bisa secara maksimal menggunakan teknologi itu sendiri. Model TAM berakar dari The Theory of Reactioned Actioned (TRA) yang dikembangkan oleh Fisbhein dan Azjentahun 1975 (Fichman, 1992; Achillawaert, et. Al., 2011). Secara umum, TRA menyatakan bahwa perilaku (behavior) individu atau pengguna sistem dapat diprediksi dari minat berperilaku (behavior intention). Adapun minat berperilaku individu atau pengguna suatu sistem diperngaruhi oleh dua faktor yaitu sikap terhadap perilaku (attitude toward behavior) dan norma subjektif (subjective norms).

Mengacu pada penelitian (Lin & Heish, 2017) indikator-indikator yang digunakan dalam intention to use adalah keinginan menggunakan sistem, keinginan menggunakan sistem secara sering, dan keinginan untuk memotivasi pengguna lain untuk menggunakan sistem. Net benefits merupakan dampak (impact) keberadaan dan pemakaian suatu teknologi terhadap kualitas kinerja pengguna baik secara individual maupun organisasi termasuk di dalamnya produktivitas, meningkatkan pengetahuan dan mengurangi lama waktu pencarian informasi.

Mengacu berdasarkan penelitian (Davis, 1989) indikator-indikator net benefits yang digunakan adalah job perfomance, task productivity, effectiveness, ease of job, usefullness, cost reductions, ecision making. Performa pekerjaan (job perfomance), indikator ini merupakan persepsi pengguna atas pengaruh sistem terhadap kualitas kinerja individual pengguna (DeLone and McLean, 2003), produktivitas kerja (task productivity), penggunaan sistem dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja ketika menggunakan sistem informasi. Efektif (effectiveness), efektif yang dimaksud adalah pengguna dapat menyelesaikan pekerjannya dalam waktu yang lebih cepat dan menghasilkan hasil yang tepat saat menggunakan sistem. Mempermudah pekerjaan (ease of job), indikator ini menunjukkan kemudahan yang diperoleh oleh pengguna saat menggunakan sistem informasi. Kegunaan (usefullness), indikator ini menunjukkan bahwa sistem informasi dapat atau mampu membantu dalam menyelesaikan pekerjaan pengguna dan kegiatan organisasi. Pengurangan biaya (cost reductions), indikator ini menunjukkan bahwa sistem informasi dikatakan sukses apabila sistem informasi tersebut dapat mengurangi biaya terutama operasional di dalam suatu perusahaan atau organisasi. Pengambilan keputusan (ecision making), salah satu tujuan dari pengembangan suatu sistem informasi dalam organisasi adalah memberikan manfaat kepada organisasi dalam pengambilan keputusan yang tepat melalui sistem informasi yang digunakan.

Beberapa model untuk mengukur tingkat kesuksesan sebuah sistem informasi telah dikembangkan oleh banyak peneliti seperti salah satunya yaitu model DeLone dan McLean, yang menyebutkan bahwa penggunaan sistem mampu mempengaruhi net benefits yang diterima. Dalam dilakukan pembedaan penggunaan (use) ke dalam penggunaan keluaran (information use) dan penggunaan sistem (system use) serta niat untuk menggunakan suatu sistem yang berarti penggunaan informasi dan penggunaan dari sistem informasi itu sendiri dapat memberikan manfaat bersih atau keuntungan bagi individu dan juga organisasi yang menerapkannya. Peningkatan minat serta intensitas dalam menggunakan suatu teknologi berpengaruh positif terhadap manfaat-manfaat bersih (net benefits). Mengacu pada penelitian (Lin & Heish, 2017) indikator intention to use merupakan keinginan menggunakan sistem, keinginan menggunakan sistem secara sering, dan keinginan untuk memotivasi pengguna lain untuk menggunakan sistem serta dapat menggambarkan bahwa minat pengguna berpengaruh pada manfaat bersih seperti performa pekerjaan, produktifitas kerja, efektivitas, mempermudah pekerjaan, kegunaan, pengurangan biaya, dan pengambilan keputusan.Minat menggunakan suatu sistem memiliki pengaruh signifikan, dikarenakan manfaat yang dirasakan oleh individu atau organisasi tersebut dapat mempermudah pekerjaannya. Menurut Bhatti (2007), TAM dapat diterapkan dalam memprediksi niat pengguna atau pemakai terhadap penerimaan layanan atau aplikasi terknologi baru. Hasil penelitian Zainuri, Astuti, dan Dewantara (2015) tentang niat penggunaan internet di Lamongan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara kemudahan penggunaan dan kemanfaatan terhadap niat penggunaan internet. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Widiana dkk (2012) menemukan bahwa keyakinan akan kemudahaan berpengaruh signifikan terhadap keyakinan akan kemanfaatan dan pembelian berulang, keyakinan akan kemanfaatan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan dan pembelian berulang, serta kepuasan berpengaruh signifikan terhadap niat menggunakan cara pembelian online pada produk UKM batik di Jawa Timur. Selain itu, penelitian Pamenang dan Soesanto (2016) juga menemukan bahwa kualitas produk, kepuasan pelanggan, word of mouth berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang pada produk kerupuk Ikan Lele UKM Minasari Cikaria Pati, Jawa Tengah.

Sumber gambar: https://www.wallpaperkeren.pro

Penulis Artikel: Auralia Intan Pradini

Editor: Shelvi Aditya Oktaviani

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *