GenBI Purwokerto

Peningkatan Kreativitas Berbahasa Melalui Esai Bagi Kaum Milenial

Karya : Nur ‘atikah

Perkembangan globalisasi yang begitu cepat telah melahirkan kehidupan yang semakin kompleks. Bersamaan dengan itu, berbagai masalah yang ditimbulkannya juga kompleks. Agar dapat menyelesaikan berbagai masalah, pemerintah memiliki berbagai rencana besar untuk kehidupan bangsa di masa yang akan datang. Tujuan utamanya tentu untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), diantaranya yaitu memiliki kreativitas untuk dapat memecahkan masalah. Jalur strategis untuk meningkatkan SDM adalah institusi pendidikan. Hal ini sesuai dengan peran kaum terpelajar sebagai inti masyarakat Indonesia serta sebagai bagian dari generasi muda yang harus berada di garda terdepan. Hasil pemikiran individu akan lebih bermakna bila dikomunikasikan kepada pihak lain, yaitu kepada masyarakat luas. Dengan kata lain, kecerdasan individu akan memiliki nilai lebih jika bermanfaat bagi orang lain, dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, jika jaringan komunikasi ini diterapkan di komunitas, akan sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia salah satunya dapat dilakukan dengan melakukan peningkatan kreativitas berbahasa melalui esai. Esai merupakan salah satu sarana menuangkan isi hati dan pikiran ketika tidak ada seorang pun yang mau mendengarkan kita. Memang terdengar menyedihkan, namun dengan menulis esai, kita menjadi lebih produktif. Selain itu, dengan menulis esai dapat melatih kita mengembangkan kemampuan berbahasa, agar terus upgrade diri dalam memahami dan menggunakan bahasa. Tidak hanya itu saja, Pakar Bahasa Indonesia, Ivan Lanin bahkan mengatakan bahwa bahasa itu bisa berpengaruh pada penilaian orang lain terhadap diri kita. Semakin kita memiliki kemampuan berbahasa formal yang baik dan benar, maka orang lain secara otomatis akan menghargai kita. Kemampuan bahasa Indonesia yang formal memberikan nilai tambah terhadap diri kita. Hal ini akan berpengaruh di dunia kerja dan akademis. Namun, kita juga harus bisa menempatkan diri, dimana kita harus berbicara formal dan informal. Jika kita bisa menguasai bahasa formal dan informal, kita juga akan bisa dengan mudah bergaul di berbagai kalangan.

Selain itu, memang seharusnya kita sebagai generasi muda Indonesia, mampu berbahasa dengan baik dan benar, karena dapat dilatih dengan cara menulis esai yang isinya merupakan apa yang terdapat dalam otak kita. Jika sering dilatih untuk menulis esai, maka secara tidak langsung otak kita pun ikut diasah dalam hal bahasa, sehingga nantinya akan terbiasa dan menjadi tahu, mana bahasa yang tepat untuk digunakan dan mana bahasa yang tidak tepat untuk digunakan. Jangan berhenti dalam menulis esai, agar kemampuan berbahasa terus terlatih. Akan banyak manfaat yang didapatkan setelah menulis esai, entah bermanfaat untuk masa sekarang atau bermanfaat di masa mendatang. Intinya adalah jangan pernah berhenti menulis dan terus kembangkan kemampuan berbahasa yang dimiliki, karena kaum milenial merupakan kaum yang sangat tepat dalam meningkatkan kreativitas berbahasa, dan juga kaum milenial memiliki otak yang masih fresh dan memiliki daya ingat yang kuat.

Berdasarkan berbagai penjelasan tersebut, dapat ditarik simpulan bahwa kaum milenial harus terus meng-upgrade kemampuan berbahasa dengan cara menulis esai. Melalui penulisan esai, kaum milenial akan terlatih secara otomatis terkait bahasa yang mereka gunakan. Intinya adalah jangan pernah menyerah berhenti menulis dan jangan putus asa dalam berlatih. Berusahalah selalu meng-upgrade diri demi peningkatan kemampuan berbahasa. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi? Maka dari itu, tetap semangat dalam meningkatkan kemampuan berbahasa. “Bahasa daerah itu pasti, bahasa Indonesia itu wajib, dan bahasa asing itu perlu”.

Referensi: Medcom. 2020. Pentingnya Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Indonesia. https://video.medcom.id/kepo/JKRG6rON-pentingnya-meningkatkan-kemampuan– berbahasa-indonesia. Diakses pada tanggal 25 Oktober 2021.

Editor: Siti Marfixoh

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *