GenBI Purwokerto

Peran Mahasiswa Mengkampanyekan Moderasi Beragama Dalam Wadah Kebhinekaan Melalui Media Sosial Pasca Pandemi

Elfi Lestari

Pendahuluan

Saat ini Indonesia sedang dihadapi dengan banyaknya berita mengenai moderasi beragama. Sebuah bentuk yang diyakini sebagai wadah untuk menghapus intoleransi dalam segala hal. Menurut Drs Lukman Hakim Saifuddin (menteri agama tahun 2014-2019), beliau menyatakan bahwa istilah moderasi beragama harus difahami dengan betul.(Susi.2021) Yang dimoderasi bukan agamanya karena memang agama sudahlah moderat. Jadi, yang perlu ditekankan disini adalah cara kita beragama, tidak condong kanan ataupun kiri.

Moderasi beragama memiliki pengertian sebuah model dalam beragama yang tidak berlebihan, mementingkan toleransi dan saling menghargai. Moderasi beragama sangatlah penting mengingat Indonesia kaya akan keberagaman budaya, suku, adat, bahasa dan agama. Tentu selaras dengan semboyan kita yaitu Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua). Moderasi beragama dengan wadah kebhinekaan menjadi point penting dan sudah semestinya dijalankan dengan penuh bijaksana.

Pemuda juga turut andil dalam mengkampanyekan moderasi beragama ini. Kerja sama antara pemerintah dan pemuda sebagai garda terdepan memanglah penting. Didukung dengan penggunaan media sosial dalam mengkampanyekannya. Ini akan menimbulkan hasil yang positif. Dalam mensosialisasikan moderasi beragama, kita perlu melihat kondisi saat ini. Dalam pemilihan media sosial misalnya. Penggunaan instagram cocok di masa ini yang mana sekarang sedang booming-boomingnya masyarakat menggunakan instagram. Pengarahan tidak serta merta menggunakan bahasa yang formal, perlu adanya sebuah modifikasi agar terkesan tidak monoton. Pembuatan konten yang bersifat edukasi menjadi ikon dalam mengkampanyekan moderasi beragama yang sesuai dengan wadah kebhinekaan.

Konsep ModerasBeragama dan Kebhinekaani

Moderasi menurut Prof. Komarudin Hidayat muncul karena adanya dua kutub kanan dan kutub kiri. Mereka condong pada pengertiannya masing-masing. Moderasi beragama berada di tengah-tengah di antara dua kutub tersebut. Seperti menghargai teori tetapi mengimplementasikannya dengan realitas masa kini.(Susi.2021) Moderasi beragama mengandung makna bahwa dalam menjalankan sesuatu, seseorang tidak akan condong kanan ataupun condong kiri, tidak berlebihan, saling menghargai dan menghormati. Moderasi beragama tidak terlepas dengan terma toleran. Dalam hal ini toleran memiliki makna sebagai sikap keterbukaan untuk mendengar pendapat-pendapat yang berbeda.(Muhammad Faisal.2020) Jadi, tidak hanya mengandalkan logika saja. Karena memang, salah satu faktor utama penyebab munculnya ketidak adilan berasal dari logika.(Bernadus Wibowo Suliantoro,Caritas Woro Murdiati Runggandini.2018)

Moderasi beragama dapat difahami sebagai sikap beragama yang menyeimbangkan antara pengamalan sendiri dengan penghormatan pada agama lain yang berbeda keyakinan.(Edy Sutrisno.2019) Seperti halnya dalam menjalankan perintah agama. Kita tidak boleh menganggap bahwa agama kitalah yang paling benar dan menjudge agama orang lain itu menyimpang. Ada tiga hal seseorang atau kelompok disebut pelanggar jika pemahaman dan pengamalan yang berlebihan dilakukan: (1) nilai kemanusiaan, (2) nilai kesepakatan, (3) ketertiban umum. Hal tersebut menjadi pedoman saat orang melakukan perbuatan. Mereka harus bisa menyeimbangkan perbuatan baik yang berhubungan dengan Sang Pencipta tanpa meninggalkan unsur kemasyarakatan yang bersifat sosial kemasyarakatan.(Susi.2021)

Sesuai dengan semboyan Negara Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika, moderasi beragama sangat mempengaruhi kebhinekaan. Kita ketahui bahwa bangsa ini memiliki banyak budaya, adat, suku, bahasa, agama dan lain-lain.(Kadek Hengki Primayana,dkk.2021) Keberagaman tersebut kerap menimbulkan berbagai perselisihan akibat bedanya pendapat satu sama lain. Misalnya agama Islam, mereka punya cara tersendiri dalam beribadah. Begitupun pada agama yang lain. Perbedaan ini menjadi faktor utama agar moderasi beragama dapat diterapkan. Saling menghargai dengan perbedaan yang ada dan tidak menghakimi satu sama lain sebagaimana yang telah Rasulullah ajarkan pada kita.(Choirul Anwar.2018)

Kebhinekaan memandang bahwa keberagaman adalah sebuah hal yang berbeda namun tetap satu. Kita tidak bisa menghindari diri dari kenyataan bahwa budaya dan bangsa suatu negara memang berbeda-beda. Ini merupakan bagian dari fondasi filosofi bangsa.(Dewa Agung Gede Agung.2018) Sifat kebhinekaan dapat diwujudkan dengan sikap kecintaan yang mendalam pada tanah air, negara dan bangsanya. Meskipun terdiri dari berbagai macam perbedaan, jika kita sudah cinta tanah air maka hal tersebut tidaklah masalah.(Endang Susilowati dan Noor Naelil Masruroh.2018)

Pentingnya Moderasi Beragama yang Sesuai dalam Wadah Kebhinekaan

Bhineka Tunggal Ika yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia sudah semestinya menjadi wadah bagi moderasi beragama saat ini. Bersikap tidak berlebihan dan saling menghargai satu sama lain sudah tertanam dalam semboyan tersebut. Bangsa Indonesia meskipun memiliki keberagaman yang hakiki namun mampu menyelaraskan perbedaan yang ada. Meskipun masih terdapat oknum tertentu yang masih berfikir dengan pendapatnya sendiri dan menganggap orang lain salah . Karena semangat solidaritas yang tinggi dan berlebihan terkadang memunculkan konflik, akan memicu pertikaian yang bisa mengakibatkan kehancuran.(Israpil.2021) Dari situlah, moderasi beragama sangat penting.

Nilai-nilai yang terkandung dalam semboyan Indonesia sudah selayaknya diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari. Pemerintah telah merancang sedemikian rupa agar keberagaman yang ada tetap terjaga dan sikap saling menghargai tetap menjadi nomor satu. Saat ini rawan adanya kericuhan dari masyarakat yang dalang dari masalah tersebut karena adanya sebuah perbedaan. Hanya karena berbeda kebiasaan misalnya, mereka selesaikan dengan jalan yang tidak benar. Seperti tawuran, kerusuhan antar suku dan lain sebagainya. Ditambah lagi masyarakat yang mudah terusut oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.(I Nyoman Warta.2020) Sudah barang pasti ini akan merugikan masing-masing pihak

Pendalaman pemahaman mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam kebhinekaan memang sangat diperlukan. Hal tersebut untuk menghindari adanya tindak kejahatan yang sudah marak terjadi. Namun, tugas ini bukan serta merta menjadi kewajibannya pemerintah saja. Peran pemuda juga sangat penting guna menumbuhkan sikap moderasi beragama yang sesuai dengan undang-undang.

Peran Mahasiswa dalam Mengkampanyekan Moderasi Beragama di Masa Sekarang

Sebagai garda terdepan dari sebuah negara, mahasiswa punya andil besar dalam membumikan moderasi beragama yang sesuai dengan wadah kebhinekaan. Dari teori di atas, memang moderasi beragama yang dalam pengimplementasiannya mengarah pada kebhinekaan perlu untuk di laksanakan. Dalam mengkampanyekan moderasi beragama tersebut, haruslah dengan melihat situasi kondisi saat ini. Ada baiknya jika dalam proses tersebut memanfaatkan teknologi guna memudahkan dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Tujuan utama dari adanya moderasi beragama adalah sebagai cara untuk mengurangi atau meredakan konflik dengan cara memilih jalan tengah dari pendapat-pendapat yang ada.(Made Ika Kusuma Dewi,dkk.2021).

Pemanfaatan media sosial dalam mengkampanyekan moderasi beragama yang sesuai prinsip kebhinekaan menjadi jalan utama bagi mahasiswa. Hal ini disebabkan karena zaman sekarang sudah tidak asing dengan media sosial seperti instagram, facebook, whatsapp dan lain sebagainya. Menggunakan media sosial semacam ini akan menarik masyarakat sehingga informasi yang di share akan tersampaikan.

Mahasiswa sudah tidak asing dengan yang namanya media sosial. Ini menjadi peluang bagi mereka dalam mengkampanyekan moderasi beragama yang berlandaskan kebhinekaan. Tentu dalam mengkampanyekan ini mahasiswa harus melihat potret keadaan yang ada. Terutama pada situasi pasca pandemi Covid-19 menjadi pertimbangan dalam menentukan arah gerak pengabdian pada masyarakat.(Muhammad Riza Chamadi,dkk.2021) Mahasiswa bisa menggunakan instagram misalnya instagram TV, instagram live, insta story atau mungkin yang sedang booming adalah reels. Membuat konten edukatif yang menarik misalnya tidak diperbolehkannya tindak diskriminasi pada salah satu suku. Inti dari konten yang dibuat adalah sifatnya mengajak. Mengajak pada orang lain untuk saling menghargai, saling menghormati, tidak berlebihan dan lain sebagainya. Dalam penyampaian video tersebut ada baiknya jika tidak dilakukan secara formal karena ini akan terkesan monoton.

Langkah lain bisa dengan mengadakan sebuah webinar seperti yang sudah dilaksanakan oleh UIN Saizu Purwokerto. Dengan mengangkat tema “Wawasan kebangsaan dan moderasi beragama tahap 2”. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengarahan pada mahasiswa khususnya yang aktif di sebuah komunitas kampus agar mereka mengetahui apa itu moderasi beragama, seberapa penting moderasi beragama saat ini dan bagaimana peran mahasiswa dalam mengkampanyekan moderasi beragama tersebut.

Kegiatan webinar dan pemanfaatan media sosial sebagai media untuk menyebarluaskan moderasi beragama akan berdampak positif bagi negara ke depannya. Karena itulah, semangat untuk mengkampanyekan moderasi beragama menjadi tugas penting saat ini, entah untuk pemerintah maupun pemuda Indonesia.

Kesimpulan

Moderasi beragama sangatlah penting saat ini mengingat sudah banyaknya kasus kejahatan yang berkedok agama. Masalah utama dari kasus tersebut karena perbedaannya satu kutub dengan kutub yang lainnya. Makanya untuk menumpaskan permasalahan tersebut menggunakan jalan yang ilegal. Dari sini, moderasi beragama menjadi jawaban bagi permasalahan yang ada. Ini menjadi jalan bahwa sikap tengah-tengah di antara dua kutub sangat penting. Apalagi Indonesia yang memiliki keberagaman dan perbedaan yang banyak. Sudah barang tentu moderasi beragama menjadi metode yang sangat efektif guna mencegah sikap intoleran.

Peran mahasiswa juga menjadi point plus bagi metode ini. Mahasiswa sudah selayaknya memberikan sikap yang teladan dengan saling menghargai satu sama lain. Untuk mewujudkan program tersebut, mahasiswa bisa memanfaatkan media sosial sebagai jalan pintas dalam mengkampanyekan moderasi beragama yang sesuai dengan wadah kebhinekaan.

Daftar Pustaka

Bernadus Wibowo Suliantoro,Caritas Woro Murdiati Runggandini.2018.KonsepKeadilan Sosial dalam Kebhinekaan Menurut Pemikiran Karen J. Waren.Respons Vol.23,No.1.
Choirul Anwar.2018.Islam dan Kebhinekaan di Indonesia: Peran Agama dalam Merawat Perbedaan.Zawiyah:Jurnal Pemikiran Islam,Vol.4,No.2.
Dewa Agung Gede Agung.2018.Kebhinekaan:Sebuah Retorika?.Sejarah dan Budaya,Tahun Keduabelas,No.1.Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.
Edy Sutrisno.2019.Aktualisasi Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan.Jurnal Bimas Islam,Vol.12,No.2.
Endang Susilowati dan Noor Naelil Masruroh.2018.Merawat Kebhinekaan Menjaga Keindonesaan: Belajar dari Nilai Keberagaman dan Kebersatuan Masyarakat Pulau.Jurnal Sejarah Citra Lekha,Vol.3,No.1.
Israpil.2021.Narasi Kebangsaan dalam Bingkai Kebhinekaan Peserta Didik MAN 1 Mamuju.Journal Educandum,Vol.7,No.1.
I Nyoman Warta.I Nyoman Santiawan.2020.Kebhinekaan Implementasi Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman Indonesia.artikel.Prosiding Seminar Nasional Moderasi Beragama STHP Klaten.
Kadek Hengki Primayana,dkk.2021.Manajemen Pendidikan dalam ModerasiBeragama di Era Disrupsi Digital. Artikel.STAHN Mpu Kuturan Singaraja. https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampu-penyang.
Made Ika Kusuma Dewi,dkk.2021.Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Penguatan Moderasi Beragama.Artikel.Prosiding Webinar Nasional IAHN-TP Palangka Raya,No.4.
Muhammad Faisal.2020.Manajemen Pendidikan Moderasi Beragama di Era Digital.ICRHD: Journal of International Conference on Religion,Humanity and Development.
Muhammad Riza Chamadi,dkk.2021.Penguatan Moderasi Beragama Melalui Forum Persaudaraan Lintas Iman (Forsa) Kabupaten Banyumas pada Masa Pandemi Covid-19.Solidaritas:Jurnal Pengabdian,Vol.1,No.1.
Susi.2021.Komunikasi dalam Moderasi Beragama “Perspektif Filsafat Komunikasi”.Artikel.Prosiding Webinar Nasional IAIN-TP Palangka Raya,No.4.

Essay terbaik Lomba GenBI Sharing.
Editor : Diah Titi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *