GenBI Purwokerto

Perlunya Istirahat Sejenak Dari Media Sosial

Zaman sekarang, kemajuan teknologi sudah sangat pesat. Kemajuan teknologi ditandai dengan adanya media sosial. Data Tren Internet dan Media sosial 2020 di Indonesia menurut Hootsuite yaitu Total Populasi (jumlah penduduk) sebanyak 272,1 juta, Pengguna Mobile Unik sebanyak 338,2 juta, Pengguna Internet sebanyak 175,4 juta, Pengguna Media Sosial Aktif sebanyak 160 juta. Dari fakta tersebut dapat disebutkan bahwa hampir semua orang mempunyai media sosial, baik dari kalangan dewasa, remaja, atau bahkan anak-anak.  Media sosial sudah merajai dunia dalam beberapa tahun terakhir ini. Media sosial kini menjadi kebutuhan setiap orang, dan di era yang serba modern ini, bermain media sosial menjadi suatu keharusan yang tidak bisa dilewati oleh para penggunanya.

Dalam aktivitas sehari-hari sepertinya tidak akan lengkap jika tidak bermain media sosial. Terkadang media sosial menjadi sumber manfaat untuk siapa saja yang bermain media sosial. Adanya media sosial membuat kita lebih mudah berkomunikasi tanpa terhalang oleh jarak yang ada. Dengan adanya media sosial dapat mendekatkan kita yang jauh, tetapi dapat pula menjauhkan kita yang dekat. Hal ini yang sebenernya tidak baik. Semakin banyak menghabiskan waktu untuk online di media sosial, semakin sedikit waktu kita untuk bersosialisasi dengan orang yang ada disekitar.

Saat ini sepertinya telah terjadi kecenderungan pengguna internet yang sering mengenyampingkan nilai-nilai etika. Padahal dalam tatanan sosial etika sangat diperlukan guna menghindari terjadinya pergesekan yang berujung ada konflik. Media sosial memiliki beberapa macam situs seperti facebook, twitter, path, instagram, line, whatsapp, dan media sosial lainnya, dan yang sekarang menjadi trend dikalangan anak-anak maupun remaja adalah game online. Banyaknya fitur menarik dalam media sosial membuat pengguna cenderung malas dan kecanduan, keadaan tersebut membuat waktu pengguna banyak yang terbuang dan aktivitas yang terganggu, seperti sekolah, belajar, bekerja dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Apa jadinya jika kamu sudah terlalu kecanduan bermain media sosial dan semua kegiatan yang kamu lakukan menjadi terabaikan. Kecanduan bermain media sosial dapat mengganggu kehidupanmu dan tak jarang membuat emosimu menjadi tidak stabil. Selain itu, dapat pula menimbulkan masalah serius pada kesehatan, seperti gangguan tidur, stress dan gangguan mental. Gangguan tidur merupakan salah satu dari gejala depresi (Raditya Eko, 4). Apabila sudah begitu, sudah saatnya kamu untuk istirahat sejenak dari media sosial. Alasannya diperlukannya istirahat sejenak dari media sosial, yaitu :

  1. Melindungi diri dari overthinking
    Dalam setiap harinya banyak sekali informasi yang dapat kita peroleh dari media sosial. Dari banyaknya informasi yang tersebar itu, membuat kita kurang bisa mengetahui mana informasi yang benar dan mana informasi yang hoax (belum tentu kebenarannya). Hal itu bisa membuat kita kepikiran dan merasa cemas sampai terkadang menyita waktu kita untuk memikirkan hal-hal yang belum tentu kebenarannya. Bahkan, komentar buruk yang diberikan oleh orang lain terhadap postingan yang kita bikin bisa membuat kita takut untuk mengekspresikan diri kita sendiri. Oleh karena itu, penting untuk kita istirahat dari media sosial.
  2. Media sosial menambah stress dan beban pikiran
    Ketika kamu mempunyai pekerjaan yang menumpuk dan harus segera diselesaikan, itu sudah membuatmu stress. Belum lagi dengan ditambah jika kamu harus membuka media sosial dan menemukan konten tidak sesuai dengan keadaanmu atau mood-mu saat itu. Kalau sudah seperti itu, sebaiknya kamu harus berhenti sejenak dari media sosial dan fokus saja dulu dengan pekerjaanmu yang harus diselesaikan. Apabila merasa jenuh, cobalah dengan melakukan me time atau bepergian dengan keluarga dan teman-teman daripada bermain media sosial.
  3. Media sosial bisa membuatmu kehilangan percaya diri
    Dengan bermain media sosial, tidak menutup kemungkinan kamu bisa melihat postingan orang-orang yang mungkin bisa memicu dirimu sendiri untuk merasa kehilangan percaya diri, contohnya saja seperti postingan yang berupa aktivitas jalan-jalan mereka, penghargaan yang mereka dapatkan, kesuksesan yang mereka capai dan lainnya. Hal tersebut bisa saja membuat kita lebih memperhatikan kehidupan orang lain dan membandingkan dengan kehidupan kita sendiri. Padahal kita belum bisa memastikan bahwa postingan tersebut belum tentu cerminan kehidupan nyata mereka. Jika ini sampai mengganggu pikiranmu dan membuatmu menjadi khawatir. Sudah saatnya kamu perlu beristirahat untuk menghindari cemas yang berlebih, karena itu akan berdampak pada kehidupan kita sendiri.
  4. Aktivitas harianmu menjadi terabaikan dan terhambat
    Kita tidak bisa melewati rutinitas kita dalam hal bermain media sosial. Namun apabila kamu sudah terlalu kecanduan bermain media sosial bahkan sampai lupa waktu, hal ini hanya akan merugikan dirimu sendiri nantinya. Pekerjaan dan aktivitas harian yang seharusnya dilakukan disaat itu menjadi terhambat, bahkan sampai terabaikan. Akibatnya kamu menjadi sering menunda-nunda pekerjaan karena terlalu asik bermain media sosial. Ada baiknya selesaikan dahulu pekerjaanmu dan mengerjakan terlebih dahulu apa yang menjadi prioritas harianmu.
  5. Bisa merusak quality time dengan keluarga dan teman
    Ada moment dimana kamu harus bisa membagi waktu antara bermain media sosial dengan melakukan quality time bersama keluarga atau teman. Saat sedang berkumpul dengan mereka, sebaiknya kamu memanfaatkan waktu tersebut dengan berbagi cerita, bercanda, atau bahkan liburan bareng jangan terus menerus bermain media sosial. Sebab, waktu dengan keluarga dan teman itu sangat berharga. Jangan sia-siakan setiap moment langka seperti itu. Tidak ada salahnya kita untuk istirahat sejenak dari media sosial jika media sosial dirasa mengganggu kehidupan kita. Karena kita berhak menjalani kehidupan dengan nyaman

Sumber Gambar: https://www.wallpaperbetter.com/id/hd-wallpaper-ezeku

Penulis: Pratiwi Ilandini

Editor: Shelvi Aditya Oktaviani

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *