GenBI Purwokerto

PPKM Longgar, Emiten Konsumer Harapkan Perbaikan Daya Beli

Putri Setiani Tanjung

PPKM Darurat diberlakukan secara resmi oleh pemerintah mulai tanggal 03-20 Juli 2021 guna menekankan laju penularan Covid-19 yang saat itu terjadi lonjakan kasus yang masih tinggi. Di dalam aturan PPKM Darurat, pemerintah membagi sektor usaha menjadi sektor esensial, kritikal, dan non-esensial. Sektor esensial seperti bank, sistem pembayaran, penyedia layanan telekomunikasi dan lainnya yang mencakup kegiatan usaha penting dan memberi dampak yang besar diperbolehkan beroperasi. Namun, diatur kapasitasnya dengan syarat mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Begitu juga dengan sektor kritikal seperti kesehatan, keamanan, dan logistik sedangkan untuk sektor non-esensial seperti restoran, bioskop, mal, dan lainnya yang merupakan kegiatan usaha yang sifatnya lebih mengarah ke rekreasi diwajibkan 100% WFH.

Dampak kebijakan PPKM sangat dirasakan oleh emiten konsumer seiring dengan menurunnya daya beli masyarakat dan terbatasnya kegiatan operasional perusahaan. Daya beli masyarakat tergantung dari mobilitas masyarakat yang beraktivitas jika tingkat keluar rumah dan bersosialisasi masyarakat rendah maka akan berpengaruh terhadap daya beli konsumen yaitu semakin menurun. Masyarakat akan lebih selektif dalam berbelanja dengan memprioritaskan kebutuhan primer. Hasil Survei Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Agustus 2021 sebesar 77,3 lebih rendah dibandingkan dengan pada bulan Juli 2021 sebesar 80,2. Penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Agustus 2021 disebabkan oleh melemahnya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini akibat adanya PPKM yang diperpanjang, yang tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yang menurun dari 67,1 pada bulan Juli 2021 menjadi 59,4 pada bulan Agustus 2021. Namun, Indeks Keyakinan Konsumen pada bulan September 2021 meningkat dari bulan Agustus 2021 yaitu tercatat sebesar 95.5 dan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) sebesar 72.7. Peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen dan Indeks Kondisi Ekonomi di bulan September dikarenakan PPKM mulai diperlonggar yang didukung oleh perbaikan mobilitas karena adanya penurunan kasus covid-19 berdasarkan positivity rate serta jumlah kasus harian. Pelonggaran PPKM mulai di buka secara bertahap dari tempat ibadah, mall, sektor ekspor WFO 100%, dan sekolah tatap muka 50%. Dengan adanya kebijakan ini diharapkan ada perbaikan daya beli masyarakat.

Pelonggaran PPKM terhadap konsumsi masyarakat perlu ditingkatkan agar pergerakan mobilitas masyarakat semakin meningkat disertai dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 dan percepatan vaksinasi. Para emiten konsumer juga harus ikut berperan aktif dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan vaksinasi karena dua hal tersebut akan berpengaruh besar terhadap dorongan daya beli sekaligus aktivitas masyarakat dan juga perlu adanya peran pemerintah dalam mendorong daya beli masyarakat yaitu dengan pemberian bantuan sosial tunai.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *