GenBI Purwokerto

Sepucuk Daun Bisa Jadi Untung, Kok Bisa?


Indonesia merupakan paru-paru dunia. Istilah yang sudah tidak asing di telinga kita bukan?. Ini disebabkan karena Indonesia menyumbang oksigen terbesar ke dua di dunia dan juga memiliki lahan yang cukup luas dengan pepohonan yang cukup banyak. Semakin banyak lahan yang dimiliki suatu negara ditambah pohon yang tumbuh cukup tinggi membawa dampak positif karena akan meningkatkan oksigen. Dari sinilah membuktikan bahwa Indonesia memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia.

Dengan banyaknya lahan yang dimiliki disertai pepohonan yang tumbuh cukup tinggi, tidak menutup kemungkinan akan berpengaruh terhadap meningkatnya sampah dedaunan. Memang jika dipikir sekilas, sepucuk daun yang berserakan di sekitar rumah kita tidaklah bermanfaat apalagi mengundang untung. Namun, pernahkah kalian berfikir bahwa sepucuk daun bisa menghasilkan uang dan mampu meningkatkan kreativitas kita. Kok bisa? Inilah yang terjadi saat ini. Terutama yang dilakukan oleh pemuda asal Jatilawang, Banyumas yang menggerakkan usaha Ukir Daun. Pengukirnya bernama Abdul Chamid, atau yang biasa disapa Mas Hamid. Beliau adalah mahasiswa salah satu universitas di Banyumas. Darinya, sepucuk daun bisa disulap menjadi sebuah karya kerajinan yang memiliki nilai harga tinggi dan berkualitas. Tentu bukan dengan magic ya.

Ukir Daun namanya, sebuah karya seni yang mengandalkan kreativitas handmade dan berbahan dasar daun. Inilah yang menjadi keunikan tersendiri dan berbeda dari produk kerajinan yang lain. Proses pembuatannya terbilang cukup rumit yaitu dengan cara mengukir di atas daun. Setelah itu, kemudian dicat, dan untuk mempercantik karyanya dibingkai dengan pigura. Biasanya, menggunakan daun jati, daun nangka dan daun ketapang sebagai bahan dasarnya. Karena memang kualitas daun yang bagus, lumayan lebar dan cocok untuk diukir. Sudah banyak karya yang telah dibuat seperti kaligrafi, wajah orang terkenal, mahar, pajangan dinding dan masih banyak lagi. Pemasaran sudah sampai luar kota karena banyak konsumen yang tertarik dan melirik dengan karya kerajinan ini.

Usaha ini bermula karena pengukir peduli terhadap lingkungan yang dirasa sudah sangat mengkhawatirkan. Banyak sampah daun berserakan di sekitar rumah. Berfikir keras bagaimana caranya agar bisa mengurangi limbah sampah daun yang ada di sekitar rumah namun tidak perlu mengeluarkan dana yang besar. Dengan mengandalkan kreativitas yang dimiliki, pengukir mampu mengubah yang tadinya limbah sampah daun dibuat menjadi karya kerajinan yang berkualitas dan unik.

Bukankah ini sebuah peluang besar bagi kita sebagai generasi muda jika bisa menerapkan usaha ini di kehidupan sehari-hari?. Tentu akan membawa dampak positif bagi negeri ini. Di samping mengurangi limbah sampah daun, lingkungan menjadi bersih, kreativitas kita juga bisa dikembangkan. Ini karena proses pembuatan ukir daun menggunakan keahlian tangan sendiri. Tidak hanya itu, kita bisa meningkatkan perekonomian lokal karena mendapat pendapatan sendiri. Selain itu, menjadi sebuah tugas bagi kita untuk memperkenalkan karya anak negeri ke dunia luar.

Oleh: Elfi Lestari

Editor: Reghina Tasya Ambari

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *