GenBI Purwokerto

STRATEGI TO SET UP YOUR CAREER

Kata karir biasa erat dengan pekerjaan atau jabatan yang sedang dijalani. Yang basanya juga menunjukan sebuah peningkatan posisi status kepegawaian seseorang. Dalam meningkatkan sebuah status atau posisi dalam pekerjaan ini membutuhkan upaya yang keras, karena banyak hal yang perlu diperhatikan dan menjadi penilaian dalam pekerjaan yang tengah dijalankan. Dalam pengembangan sebuah karir ini diperlukannya pula pengembangan softskill serta hardskill yang dimiliki, perencanaan karir yang matang, manajemen karir yang baik, dan lain sebagainya. Maka dari itu, diperlukannya strategi supaya dalam peningkatan karir ini sesuai dengan harapan yang telah ditentukan. Perlu adanya memahami pola persaingan didunia kerja dan memperhatikan kompetensi diri yang dimiliki agar mampu berkompetisi dengan orang lain.

Tak sedikit orang yang gagal dalam mengelola karir mereka, karena kebanyakan tidak memperhatikan konsep-konsep dasar perencanaan karir dan penetapan sasaran karir. Program pengembangan karir dilakukan melalui tiga fase (Career development process) :

1. Assessment Phase

Kegiatan program pengembangan karir pada fase ini dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pekerja.

2. Direction Phase

Penentuan jenis karir yang diinginkan dan langkah-langkah apa yang dapat diambil untuk tujuan karir yang real berdasarkan posisi sekarang.

3. Development Phase

Pada fase pengembangan ini kegiatan dilakukan untuk menciptakan dan meningkatkan skill dalam memanfaatkan kesempatan dan menghadapi tuntutan kerja di masa akan datang. (Hardiyana, 2015)

Menurut Vina Maulina salah satu creator digital yang cukup terkenal saat ini, mengemukakan terdapat 3 modal utama untuk bersaing didunia kerja, yaitu :

1. Clarify: tujuan dimasa depan

2. Competitivement: proses bljr meningkatkan kompetensi

3. Conection: jaringan/relasi

Meraih karir yang gemilang adalah impian dari setiap orang, terlebih bagi mereka yang notabene adalah lulusan perguruan tinggi yang jelas-jelas merupakan komunitas intelektual. Namun kenyataannya tidak sedikit lulusan perguruan tinggi yang kurang bahkan tidak mampu dalam pengembangan karirnya. Faktor yang sangat mempengaruhi ketidaksuksesan SDM lulusan perguruan tinggi ini adalah kurangnya perhatian mereka dalam mempelajari dan mengimplementasikan keterampilan lunak atau keterampilan yang tidak berwujud yang dikenal dengan istilah soft skill. Kurangnya kesadaran bahwa Soft Skill adalah kunci sukses ketika kelak terjun kedunia kerja atau dunia usaha. Seberapapun besarnya kesungguhan mereka dalam mengikuti mata kuliah dikampus bahkan mungkin mendapatkan IPK (Indeks Prestasi Komulatif) yang memuaskan namun tanpa ditunjang dengan soft skill maka akan sulit bagi siapapun dalam meraih sukses karir gemilang (Kuswara, 2010).

Beberapa penelitian terakhir juga menunjukan bahwa karir melalui suatu rangkaian fase/tahap yang relatif dapat diprediksi, dimulai dengan eksplorasi dan investigasi awal terhadap kesempatan karir dan diakhiri dengan pensiun. Karir dan model taraf hidup sangatlah berkaitan karena keduanya berhubungan dengan usia dan norma kultural. Keduanya mengungkapkan pola pertumbuhan yang berulang, atau mengasah kecakapan baru dan menantang ketika seseorang memasuki sebuah tahap; stabilisasi, atau memperagakan kinerja yang sangat produktif selama suatu tahap; dan transisi, atau membuat perubahan dan tuntutan tahap sekarang ke tuntutan yang diantisipasi pada tahap berikutnya. (Pio, 2017)

Maka dari itu, menurut Vina Maulina salah satu creator digital yang merupakan influence muda ini perlu disiapkannya kompetensi diri. Berikut ini 8 kompetensi yang perlu diperhatikan :

1. Kemampuan self-development (kemampuan untuk belajar)

2. Kemampuan critical thinking (menerima kritik dan saran orang lain)

3. Kemampuan ide/gagasan

4. Kemampuan team work

5. Inclusivitas (bekerja sama dengan latar belakang orang yang berbeda)

6. Professionalitas

7. Leadership (kepemimpinan)

8. Cakap teknologi

Dari bacaan diatas bisa kita garis bawahi bahwasannya penting bagi kita yang ingin memiliki karir gemilang sesuai dengan cita-cita, maka perlu adanya usaha keras dalam berkompetisi dalam dunia kerja. Yang pertama yaitu menentukan tujuan kita dalam berkarir, ketika memiliki tujuan yang harus dicapai dapat menentukan arah tujuan kerja dan performance yang kita berikan saat bekerjapun maksimal. Yang kedua percaya diri akan kemampuan diri kita saat menghadapi sebuah masalah atau persoalan. Ketiga, membangun dan memelihara attitude yang baik karena kita tidak tahu akan bertemu dengan siapa nantinya dan biasanya penilaian attitude ini paling terlihat secara jelas dengan pola perilaku kita. Dan yanag terakhir selalu mengasah kemampuan diri dan terus mengembangkan softskill dan hardskill yang kita miliki sehingga diri kita mampu berkembang dengan seiring jalannya perkembangan persaingan dunia karir yang semakin ketat ini.

Penulis: Feni Oktafiyani

Editor: Siti Marfixoh

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *